Desa Mekar Sari

Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi

082268766562
info@mekarsari-kumpeh.desa.id
Hari ini:74
Kemarin:88
Total:32.002
OS:Unknown Platform
IP Address:3.229.124.74
Browser:Tidak ditemukan

Statistik Pengunjung

Kehadiran Perangkat Desa Mekar Sari

SOFYAN HADI

Kepala Desa

Belum Hadir

KHOIRUL MUHLISIN

Sekretaris Desa

Belum Hadir

MAS BUDI SAPUTRA

Ka.Ur. T.U. dan Umum

Hadir

DIDIK HARYANTO

Ka.Ur. Keuangan

Hadir

SUMARDI

Ka.Ur. Perencanaan

Hadir

SUTINAH

Kasi Pemerintahan

Hadir

ABDI SOLIHIN

Kasi Pelayanan

Hadir

NOVI WULANDARI

Kasi Kesejahteraan

Belum Hadir

ALI MASTURI

Staf Tata Usaha

Hadir

AYU MUSLIFAH

Staf Keuangan

Hadir

SUDARMAN

STAF

Belum Hadir

JAMEL

Kepala Dusun I

Hadir

TETEN RUSTENDI

Kepala Dusun II

Hadir

ISKANDAR

Kepala Dusun III

Hadir

Kehadiran Aparatur

KATEGORI

OpenSID Mobile
Dapatkan Aplikasi Layanan Mandiri Mobile

SIPMERI
Sistem Informasi dan Pelayanan Desa Mekar Sari

LOGIN

Info
Selamat Datang di Website Desa Mekar Sari, Kami hadir dalam memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik untuk membangun Desa Mekar Sari... Untuk Pelayanan dengan Menggunakan Fitur Layanan Mandiri, silahkan menghubungi Admin Desa untuk mendapatkan PIN. Terimakasih. -- selengkapnya...

Berita Desa

Stunting, Tantangan Berat Masa Depan Indonesia

23 Juni 2022
51 Kali dibuka
MAS BUDI SAPUTRA

          Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju pada tahun 2045. Namun, penyiapan SDM unggul masih menghadapi tantangan bernama "stunting".  

          Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. 

          Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut angka stunting di Indonesia masih mencapai 24,4 persen. Angka ini masih berada di atas standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu 20 persen. 

          Jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 27,67 persen. Angka itu berhasil ditekan dari 37,8 persen di tahun 2013. 

          Meski demikian, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan toleransi maksimal stunting yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu kurang dari 20 persen sehingga status Indonesia masih berada di urutan 4 dunia dan urutan ke-2 di Aisa Tenggara terkait kasus balita stunting. 

          Stunting dan permasalahan kekurangan gizi lain yang terjadi pada balita erat kaitannya dengan kemiskinan. Stunting umumnya terjadi akibat balita kekurangan asupan penting seperti protein hewani dan nabati dan juga zat besi. Pada daerah-daerah dengan kemiskinan tinggi, seringkali ditemukan balita kekurangan gizi akibat ketidakmampuan orang tua memenuhi kebutuhan primer rumah tangga. Namun demikian, menurut  Ketua Umum IndoHCF Dr dr Supriyantoro SpP MARS, stunting tidak hanya dialami keluarga miskin, namun juga mereka yang berstatus keluarga mampu atau berada, hal tersebut bisa disebabkan karena kurangnya informasi pada masyarakat tentang pentingnya memperhatikan asupan gizi dan kebersihan diri pada ibu hamil dan anak dibawah usia dua tahun. 

          Selain kemiskinan, tingkat pendidikan juga berkaitan dengan permasalahan gizi.  Minimnya pengetahuan membuat pemberian asupan gizi tidak sesuai kebutuhan. Contohnya adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya inisiasi menyusui dini (IMD). Padahal IMD menjadi langkah penting dalam memberikan gizi terbaik. 

          Menurut Supriyantoro, persoalan stunting tidak bisa dipandang sepele. Anak dengan kondisi stunting cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang rendah. Tidak hanya itu, pada usia produktif, individu yang pada balita dalam kondisi stunting berpenghasilan 20 persen lebih rendah. Kerugian negara akibat stunting diperkirakan mencapai sekitar Rp300 triliun per tahun. Stunting pun dapat menurunkan produk domestic bruto negara sebesar 3 persen. 

          "Kami tidak ingin anak-anak Indonesia kalah bersaing dengan anak-anak negara lain. Kami ingin mereka menjadi manusia yang maju dan unggul. Indonesia sendiri telah memasuki Era Revolusi Industri 4.0. Jika tidak didukung sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, maka sulit rasanya Indonesia mampu meningkatkan daya saing," ujarnya. 

Beri Komentar

Nama

Nomor Telp./HP

Email

Isi Komentar

Ketik Captcha

Komentar Facebook

Desa Mekar Sari

Video

Profil Desa
Lauching Desa Digital
Profil Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2022 Pelaksanaan

PENDAPATAN
Realisasi | Anggaran
Rp. 1,199,100,528 | Rp. 1,719,454,600

69.74 %

BELANJA
Realisasi | Anggaran
Rp. 1,088,592,604 | Rp. 1,719,454,600

63.31 %

APBDes 2022 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Realisasi | Anggaran
Rp. 0 | Rp. 3,600,000

0 %

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Realisasi | Anggaran
Rp. 122,500,000 | Rp. 258,996,600

47.3 %

Dana Desa
Realisasi | Anggaran
Rp. 644,040,000 | Rp. 825,750,000

77.99 %

Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Realisasi | Anggaran
Rp. 0 | Rp. 28,924,000

0 %

Alokasi Dana Desa
Realisasi | Anggaran
Rp. 430,922,830 | Rp. 542,184,000

79.48 %

Bantuan Keuangan Provinsi
Realisasi | Anggaran
Rp. 0 | Rp. 60,000,000

0 %

Koreksi Kesalahan Belanja Tahun-tahun Sebelumnya
Realisasi | Anggaran
Rp. 1,310,000 | Rp. 0

100 %

Bunga Bank
Realisasi | Anggaran
Rp. 327,698 | Rp. 0

100 %

APBDes 2022 Pembelanjaan

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA
Realisasi | Anggaran
Rp. 540,197,604 | Rp. 766,077,600

70.51 %

BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Realisasi | Anggaran
Rp. 247,396,500 | Rp. 408,206,500

60.61 %

BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Realisasi | Anggaran
Rp. 16,702,750 | Rp. 150,474,750

11.1 %

BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Realisasi | Anggaran
Rp. 63,495,750 | Rp. 63,495,750

100 %

BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Realisasi | Anggaran
Rp. 220,800,000 | Rp. 331,200,000

66.67 %


Home


Login


Menu


Layanan


Peta