Melestarikan Tradisi Leluhur: Sedekah Bumi Kembali Ramaikan Desa Mekar Sari
Mekar Sari, 13 November 2025 – Sedekah Bumi, sebuah warisan budaya dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat sejak berdirinya Desa Mekar Sari, kembali digelar dengan khidmat. Acara tahunan ini merupakan wujud syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah dan memohon keselamatan, sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Pusat Kegiatan dan Penyelenggara
Tahun ini, perhelatan Sedekah Bumi dipusatkan di Gedung Olah Raga (GOR) milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Mandiri. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Adat Desa Mekar Sari, yang diketuai oleh Bapak H. Parno.
Acara sakral ini dihadiri oleh berbagai elemen penting desa, termasuk Kepala Desa dan Perangkat Desa, Tokoh-tokoh Masyarakat, serta seluruh masyarakat Desa Mekar Sari yang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Rangkaian Acara Penuh Makna
Sedekah Bumi resmi dibuka pada pukul 14.00 WIB oleh Ketua Lembaga Adat, Bapak H. Parno. Dalam sambutannya, Bapak Parno tidak hanya membuka acara, tetapi juga menyampaikan sejarah panjang berdirinya Desa Mekar Sari. Hal ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman dan kecintaan terhadap akar budaya dan asal-usul desa kepada generasi penerus.
Selanjutnya, Kepala Desa Mekar Sari turut memberikan sambutan. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi Lembaga Adat dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan tradisi ini. Secara khusus, Kepala Desa berkomitmen untuk mengupayakan agar kegiatan Sedekah Bumi ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya, menegaskan pentingnya kearifan lokal dalam pembangunan desa.
Ekspresi dan Tanggapan Warga
Antusiasme dan tanggapan positif mengalir deras dari masyarakat yang hadir. Mereka menilai bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen penting untuk menjaga identitas desa.
Sementara itu, Bapak Muhanan, perwakilan dari petani desa, menyampaikan rasa leganya atas inisiasi Kepala Desa untuk menjamin keberlanjutan acara. "Kami sangat bersyukur Kepala Desa berkomitmen penuh. Ini adalah cara kami berterima kasih kepada bumi yang telah memberikan rezeki. Semoga tahun depan hasil panen semakin melimpah," harapnya.
Puncak Acara Kebersamaan
Puncak dari acara ini adalah ritual pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Kepala Desa. Tumpeng, nasi berbentuk kerucut dengan aneka lauk-pauk, melambangkan rasa syukur kepada Tuhan dan harmoni antara manusia dengan alam. Setelah pemotongan, acara ditutup dengan kegiatan makan bersama yang penuh keakraban, di mana seluruh hadirin menikmati hidangan yang telah disediakan, menyatu dalam suasana kekeluargaan dan rasa syukur.
Kegiatan Sedekah Bumi ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga cerminan dari semangat gotong royong dan penghormatan terhadap alam yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Mekar Sari. Keberlangsungan tradisi ini diharapkan menjadi benteng moral dan identitas kultural desa di tengah modernisasi.